BANGKALAN – Moh Hosen KAKI Jatim mengatakan sejak dilantik Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menekankan jajaran Kepolisian tentang pentingnya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Diantaranya berantas Premanisme, Begal, Debkolektor dan bandar Narkoba, dengan slogan Polri Bersama Masyarakat.
Menyikapi maraknya aksi pembegalan di wilayah Kabupaten Bangkalan menjadi perhatian serius Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur. Ketua KAKI Jatim, Moh Hosen, mengingatkan jajaran Polri, khususnya Polres Bangkalan, agar tidak bersikap pasif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Hosen menegaskan, polisi jangan sampai menjadi seperti “polisi tidur” yang hanya menunggu laporan masyarakat ketika tindak kriminalitas sudah terjadi. Kepolisian harus mengedepankan langkah pencegahan, meningkatkan patroli, serta melakukan pemetaan terhadap wilayah yang rawan aksi pembegalan.
“Polri jangan menjadi polisi tidur! Jangan menunggu masyarakat mengadu baru bergerak. Begal yang meresahkan masyarakat Bangkalan harus menjadi perhatian serius. Polisi harus hadir sebelum ada korban, bukan datang setelah kejadian,” tegas Moh Hosen.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan rasa aman ketika beraktivitas, termasuk saat berangkat bekerja, pulang malam, maupun melintas di jalan-jalan yang rawan tindak kriminalitas. Sehingga Polri Bersama Masyarakat (Melindungi Mengayomi dan Melayani) dapat dirasakan sepenuh jiwa.
KAKI Jatim meminta Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo beserta jajarannya meningkatkan patroli siang dan malam, terutama di kawasan yang kerap menjadi sasaran pelaku begal. Selain itu, diperlukan langkah konkret untuk mengungkap jaringan pelaku, menangkap para tersangka, serta menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hosen juga menilai bahwa menjaga Kamtibmas bukan sekadar menjalankan tugas setelah menerima laporan polisi. Pencegahan kejahatan merupakan bagian penting dari tanggung jawab kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Jangan tunggu viral di media sosial, jangan tunggu masyarakat turun ke jalan, dan jangan tunggu jatuh korban berikutnya. Polres Bangkalan harus membuktikan bahwa Polri benar-benar hadir bersama masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap Kapolres Bangkalan menjadikan persoalan begal sebagai prioritas penanganan, sehingga masyarakat tidak terus dihantui rasa takut saat melintas di wilayah Bangkalan.
“Kami ingin Bangkalan aman, masyarakat tenang, dan pelaku begal tidak punya ruang untuk beraksi. Kamtibmas harus menjadi prioritas, bukan sekadar slogan. Buktikan Polri bersama masyarakat melalui tindakan nyata,” pungkas Moh Hosen. (Syaif)
#Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto
#Wakapolri Komjenpol Wahyu Hadiningrat
#Kabareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin
#Kapolda Jatim Irjenpol Dekananto Eko Purnomo
