SURABAYA – Semenjak dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Dr. Aries Agung Paewai, S.STP, MM, kualitas pendidikan di Jawa Timur terus menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan berbagai indikator keberhasilan. Ini perlu didukung dan diapresiasi oleh seluruh masyarakat Jawa Timur, karena secara tidak langsung ia telah mencetak anak didik bangsa yang berintegritas dan diakui oleh dunia.
Indikator Peningkatan Kualitas Pendidikan semenjak Dipimpin Kadindik Jatim Dr. Aries Agung Paewai semakin meningkat drastis, sehingga anak didik lulusan SMA/SMK/SLB mampu melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi maupun menuju masuk lapangan kerja.
Tingkat Keterbukaan Lapangan Kerja lulusan SMK di Jatim rata-rata mencapai 3,38 bulan dengan tingkat kesesuaian pekerjaan mencapai 69,43%. Diluncurkannya program EJIES (East Java Innovation of Education System) yang mewajibkan seluruh sekolah berinovasi, mempercepat pemerataan mutu pendidikan hingga ke daerah.
Kepemimpinan Aries diakui secara luas, termasuk meraih penghargaan Best in Innovation Leader dan Tokoh Inspiratif untuk kategori Peraih Prestasi Terbaik dari Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia. Peningkatan kompetensi guru secara masif dan pembentukan karakter siswa sejak dini untuk menghadapi era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dalam hal ini Gubernur Khofifah berkomitmen Jawa Timur sebagai barometer pendidikan nasional sekaligus mitra strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global. Komitmen itu diwujudkan melalui penerimaan 152 peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua Tahun 2026 yang akan menempuh pendidikan di berbagai SMA dan SMK unggulan di Jawa Timur.
Khofifah memberikan pembekalan sekaligus melakukan serah terima peserta Program ADEM Papua Wilayah Jawa Timur Tahun 2026 di Hotel Aria Gajayana, Kota Malang, Sabtu 11 Juli 2026. Di depan para peserta didik, Khofifah memberikan motivasi agar memanfaatkan kesempatan belajar di Jawa Timur sebaik-baiknya dengan disiplin, kerja keras, serta semangat menuntut ilmu sebagai bekal membangun Tanah Papua dan Indonesia.
Gubernur Khofifah berpesan jangan sia-siakan kesempatan ini serta harapan orang tua. Bersekolahlah di sini dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan perbanyaklah mencari ilmu. Ilmu yang kalian peroleh harus berguna bagi pembangunan di Papua dan Indonesia.
Khofifah mengatakan tidak ada batas bagi anak-anak Papua untuk menggantungkan cita-cita setinggi-tingginya. Melalui pendidikan, siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi profesor, jenderal, menteri, maupun pemimpin bangsa,” ujar Gubernur Jatim.
Khofifah mencontohkan sejumlah putra-putri Papua yang berhasil menorehkan prestasi hingga menduduki posisi strategis di tingkat nasional. Di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk serta Yohana Yembise, perempuan Papua pertama yang menjadi menteri sekaligus guru besar.
Khofifah menyebut masih banyak putra-putri Papua lain yang telah berprestasi di tingkat nasional. Gantungkan cita-cita kalian setinggi-tingginya. Mudah-mudahan semua yang kalian cita-citakan bisa tercapai,” ujarnya depan peserta didik.
Bagi yang bercita-cita menjadi pejabat publik bisa menjadi menteri, yang ingin menjadi dosen bisa menjadi profesor, yang ingin masuk TNI-Polri bisa menjadi jenderal. Terus belajar, terus berusaha, dan jangan pernah berhenti bermimpi.
Khofifah juga menjamin para siswa asal Papua tidak akan pernah sendiri selama menempuh pendidikan di Jawa Timur. Pemerintah, sekolah, dan para guru akan hadir sebagai keluarga yang mendampingi mereka dalam meraih cita-cita,” tambahnya
Selanjutnya Gubernur Khofifah menyampaikan; Anak-anakku dari Papua, saya adalah mama kalian selama kalian belajar di Jawa Timur. Belajarlah sebaik-baiknya, disiplin, dan perbanyak ilmu. Mudah-mudahan ilmu kalian semakin tinggi, semakin kaya, semakin berkembang, dan seluruh cita-cita kalian bisa tercapai.
Khofifah Indar Parawansa menitipkan seluruh peserta ADEM kepada kepala sekolah dan guru di sekolah masing-masing. Menurutnya, para siswa bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga merupakan putra-putri bangsa yang harus dijaga dan dibimbing bersama.
“Saya titipkan mereka kepada seluruh kepala sekolah. Mereka adalah putra-putri kita semua. Tugas para kepala sekolah dan guru adalah membimbing mereka menjadi generasi terbaik bangsa, menjadi kebanggaan Indonesia dan kebanggaan Tanah Papua,” dalihnya.
Khofifah Indar Parawansa juga mengajak para pelajar Papua bersama-sama melantunkan lirik, “Disanalah pulauku yang kupuja selalu, Tanah Papua pulau indah”, sembari mengibarkan bendera.
“Cintailah selalu Tanah Papua dan belajarlah dengan sungguh-sungguh di Jawa Timur, lalu pulanglah untuk membangun Papua dan menjaga Merah Putih. Papua maju, Indonesia semakin kuat,” pungkasnya. (Kusnadi)
