Sabtu, Juli 11, 2026
Ad

Eri Cahyadi Copot Yusufian Lurah Tambak Wedi Tak Mungkin Ditarik Kembali, Karena Dia Seorang Wali

SURABAYA – Kabar duka datang dari wilayah Surabaya Utara tepatnya di daerah Sentra Wisata Kuliner (SWK) Tambak Wedi Suramadu terkait dugaan pungutan liar (Pungli) jual beli lahan kios UMKM. Ini membuat publik geleng kepala, lantaran Yusufian Lurah setempat tidak tahu adanya dugaan penyalahgunaan wewenang oleh jajarannya.

Pasalnya Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang dibangun pemerintah kota Surabaya untuk mencari nafkah yang dikhususkan warga Tambak Wedi dioperalihkan oleh Oknum RW dan sekutunya alias paguyuban UMKM Suramadu. Dengan metode transaksi gelap dan ini sudah berlangsung lama sejak dipimpin Lurah Mattillah yang sekarang menjabat Lurah Bulak Banteng.

   Menyikapi hal ini, Moh Hosen Ketua KAKI Jatim mengatakan Pencopotan jabatan Lurah Yusufian oleh Eri Cahyadi tidak mungkin ditarik kembali. Karena seorang Walikota mempunyai kebijakan menindak tegas pelanggaran meskipun sejumlah bapak RT/RW tidak setuju dengan pencopotannya," ujar Hosen KAKI, Sabtu (11/07/2026).

Diketahui Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mencopot Yusufian Lurah Tambak Wedi setelah warga mengeluhkan praktik dugaan jual beli stan di Sentra Wisata Kuliner (SWK) dengan nominal Rp 3 juta rupiah belum lagi bayar yang lain lain, seperti kebersihan dan lampu,” papar Hosen KAKI Jatim.

Pencopotan Yusufian Lurah Tambak Wedi itu berlaku per hari Kamis (9/7/2026) pukul 10.00 WIB setelah Eri memimpin pelantikan jabatan 32 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Gedung Sawunggaling. Kemudian ia dimutasi menjadi Kepala Seksi (Kasi) Kelurahan Kalisari Surabaya,” ujar Ketua KAKI Jatim.

Kami tegaskan Lurah Tambak Wedi, Muchamad Yusufian, resmi dicopot oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan dimutasi menjadi Kepala Seksi Pemerintahan dan Pelayanan Publik di Kelurahan Kalisari. Ia dicopot imbas keluhan warga terkait dugaan praktik jual beli stan di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Tambak Wedi.

Namun Pemerintah Kota Surabaya belum mengumumkan secara spesifik tentang siapa sosok penggantinya. Kebijakan ini sontak memicu polemik dari perangkat RT/RW dibawah Kelurahan Tambak Wedi, mereka menolak Yusufian diganti dan dikabarkan akan melakukan aksi protes kepada Eri Cahyadi Walikota Surabaya,” terang Hosen KAKI Jatim Pegiat Antikorupsi. (Kusnadi)

Baca Lainya :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img