BANGKALAN – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis MBG di Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, menuai kritik tajam. Koordinator Kecamatan Korcam Satuan Pelayanan Program Gizi SPPG Kwanyar, Alfia, dinilai abai menyusul adanya keluhan dari sejumlah sekolah yang mengaku belum pernah tersentuh program nasional tersebut sama sekali.
Ketimpangan distribusi ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, salah satunya dari Korcam Bangkalan Berbagi Kwanyar, Ali Wafa. Ia menyayangkan munculnya keluhan yang datang langsung dari kepala sekolah dan wali murid terkait ketidakmerataan penerima manfaat.
“Masak sampai kepala sekolah mengeluh ke Bangkalan Berbagi. Ini menunjukkan ada persoalan yang harus segera dituntaskan,” ujar Ali Wafa kepada media.

Sorotan dan kritik tajam terhadap ketidakmerataan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta tuntutan evaluasi kinerja Korcam SPPG Kwanyar.
Korcam SPPG Kwanyar Alfia sebagai pihak yang dikritik, Korcam Bangkalan Berbagi Kwanyar Ali Wafa sebagai pihak yang mengkritik, serta kepala sekolah dan wali murid sebagai pihak terdampak di Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan.
Program MBG dinilai tebang pilih karena ada sejumlah sekolah yang belum pernah menerima bantuan, memicu kecemburuan sosial. Selain itu, kinerja Korcam dipertanyakan karena merangkap jabatan sebagai kepala SPPG di salah satu dapur di Kecamatan Modung, Kamis (28/05/2026).
Ali Wafa mendesak adanya evaluasi terbuka dan langkah tegas jika pihak terkait terbukti tidak mampu menjalankan tugasnya, demi memastikan seluruh siswa mendapatkan hak yang sama secara adil dan transparan.
Sorotan Rangkap Jabatan dan Alasan Kinerja Merosot, selain persoalan distribusi yang tidak merata, publik kini mempertanyakan fokus dan efektivitas kinerja Alfia. Pasalnya, berkembang informasi di tengah masyarakat bahwa selain memimpin di Kwanyar, ia juga menjabat sebagai kepala SPPG di salah satu dapur yang berlokasi di Kecamatan Modung.
Kondisi rangkap jabatan lintas kecamatan ini diduga menjadi pemicu longgarnya pengawasan dan tata kelola program MBG di Kwanyar.
Masyarakat dan pegiat sosial di Bangkalan berharap agar pihak berwenang segera turun tangan melakukan audit distribusi. Mereka mendesak agar program strategis ini dijalankan tanpa tebang pilih dan benar-benar mengutamakan pemenuhan gizi para siswa. (Aziz)
