SURABAYA – Langit senja perlahan berubah jingga ketika langkah Ning Acha memasuki kawasan Tugu Pahlawan. Di tengah peringatan Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya, penyanyi sekaligus konten kreator itu memilih merayakannya dengan cara sederhana namun penuh makna: menyapa sejarah di salah satu ikon paling bersejarah Kota Pahlawan.
Mengenakan kebaya khas Suroboyo yang anggun, Ning Acha berjalan menyusuri setiap sudut kawasan Tugu Pahlawan. Sesekali ia berhenti untuk mengabadikan momen, menikmati suasana sore yang tenang, sekaligus memandang megahnya monumen yang menjadi simbol perjuangan arek-arek Suroboyo.
Bagi Ning Acha, Hari Jadi Surabaya bukan sekadar perayaan bertambahnya usia kota. Momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk kembali mengingat akar sejarah yang membentuk karakter Surabaya sebagai kota yang dikenal berani, tangguh, dan pantang menyerah.
“Di usia Surabaya yang ke-733 tahun, saya ingin mengajak generasi muda untuk tidak melupakan sejarah. Tugu Pahlawan bukan hanya monumen, tetapi simbol perjuangan dan pengorbanan yang harus terus kita kenang,” ujar Ning Acha, 30 Mei 2026
Di bawah cahaya senja yang perlahan meredup, ia tampak larut dalam kekaguman terhadap kemegahan Tugu Pahlawan. Monumen yang menjulang itu seolah menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan kehidupan yang dinikmati saat ini lahir dari pengorbanan banyak pejuang yang rela mempertaruhkan segalanya demi tanah air.
“Ketika berdiri di sini, saya merasakan kebanggaan menjadi bagian dari Surabaya. Kota ini dibangun oleh semangat juang para pahlawan yang luar biasa. Semangat itu harus tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari kita,” katanya.
Ning Acha juga mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam pertempuran 10 November 1945. Peristiwa bersejarah tersebut menjadi salah satu tonggak penting yang mengukuhkan Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Semangat perjuangan para pendahulu, menurutnya, tidak boleh dilupakan oleh generasi masa kini.
Melalui kunjungannya, Ning Acha ingin mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan sejarah kotanya sendiri. Sebab, kemajuan Surabaya yang kini berdiri megah tidak terlepas dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang pernah mempertahankan kota ini dengan jiwa dan raga.
“Selamat Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya. Semoga kota ini terus maju, semakin membanggakan, dan masyarakatnya tetap menjaga nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan,” ujar Ning Acha.
Perayaan Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya pun terasa berbeda di tengah suasana senja Tugu Pahlawan. Bukan hanya tentang kemeriahan perayaan, tetapi juga tentang rasa syukur, penghormatan, dan kecintaan kepada kota yang tumbuh dari semangat perjuangan. Di antara hembusan angin sore dan siluet monumen yang berdiri kokoh, Ning Acha menemukan cara sederhana untuk menyampaikan cinta kepada Surabaya: mengenang sejarah dan menjaga semangat para pahlawan agar tetap hidup sepanjang masa. (Dea)
