Senin, Mei 25, 2026
Ad

Manifestasi Ittihad dan Tafaqquh Fiddin: Milad ke-25 ISKOP sebagai Oase Intelektual di Bangkalan

BANGKALAN – Menjawab tantangan zaman yang kian materialistik dan kompleks, Forum Ikatan Santri Kokop (ISKOP) Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (PP. MUBA) sukses menyelenggarakan Gebyar Lomba dan Peringatan Milad ke-25.

Perhelatan ini menjadi momentum penguatan fondasi spiritualitas melalui Lomba Baca Kitab Kuning dan Tahfidz Juz 30 se-Bangkalan yang dipusatkan di Dusun Lajeren, Desa Tlokoh, Kecamatan Kokop, pada Sabtu dan Ahad (28-29/03/2026).

Rangkaian acara yang sarat dengan nuansa khidmah ini turut meresmikan estafet kepemimpinan melalui Pelantikan Pengurus ISKOP MUBA Masa Bakti 2026-2027. Puncak acara kian bermakna dengan orasi ilmiah dan ceramah agama yang disampaikan oleh RKH. Isma’il Al-Kholil, Pengasuh PP. Al-Muhajirun.

Ketua ISKOP, Moh Ali Mosa Firdaus, dalam pidato sambutannya menekankan urgensi sentuhan rohani dalam membedah problematika masyarakat modern. Ia menyoroti fenomena pergeseran nilai di mana masyarakat terjebak dalam eksistensi material tanpa bimbingan spiritual yang mumpuni.

“Konstruksi solusi atas problematika kehidupan berakar pada ma’rifatullah—kesadaran akan Sang Khaliq. Kegiatan ini adalah ikhtiar strategis dalam membangun kesadaran teologis demi terciptanya harmonisasi sosial dan domestik yang berlandaskan keyakinan kuat,” urai Ali Mosa.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa visi utama kegiatan ini adalah membumikan Ukhuwah Islamiyah sekaligus menjadi tameng protektif terhadap infiltrasi gaya hidup hedonistik serta aliran-aliran yang tidak memiliki keabsahan sanad keilmuan (syubhat).

Apresiasi tinggi datang dari kalangan alumni, salah satunya Ma’ruf, yang menilai ISKOP telah berhasil bertransformasi menjadi wadah yang mengintegrasikan nilai-nilai klasik pesantren ke dalam dialektika sosial kontemporer.

“Secara epistemologis, ISKOP bukan sekadar entitas komunal, melainkan manifestasi ittihad (persatuan). Forum ini berfungsi sebagai jembatan dialektis antara tradisi kitab kuning dengan dinamika zaman,” ungkap Ma’ruf.

Ia berharap ISKOP terus memegang teguh kaidah fundamental al-muhafadzatu ‘alal qadimis shalih wal akhdu bil jadidil ashlah—melestarikan khazanah lama yang relevan dan mengadopsi inovasi baru yang lebih maslahat.

“Semoga ISKOP istikamah menjadi oase intelektual yang mencetak santri mutafaqqih fiddin sekaligus pemberi solusi atas problematika umat,” pungkasnya. (Red)

Baca Lainya :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img