JAKARTA – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto selama sembilan hari terhitung sejak 2 sampai 10 Oktober 2026 melakukan perombakan mutasi besar besaran di institusi Polri dan sudah terhitung 287 anggota Polisi, mulai dari Pati (Perwira Tinggi), Pamen (Perwira Menengah) Polri.
Untuk Perwira Tinggi (Pati) Polri meliputi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Bintang 3, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Bintang 2 dan Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Bintang 1, sedangkan Perwira Menengah (Pamen), didominasi pangkat Kombespol (Komisaris Besar Polisi) dengan tanda 3 bunga melati emas dan AKBP (Ajun komisaris Besar Polisi) dengan 2 bunga melati emas.
Mutasi Gelombang Pertama (2 Oktober 2026): Sebanyak 88 perwira Polri dimutasi berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026. Mutasi perdana ini dilakukan tepat sehari setelah ia dilantik menjadi Kapolri. Perombakan besar ini mencakup pergeseran posisi 19 Kapolda (termasuk seluruh Kapolda di Pulau Jawa) serta beberapa Wakapolda.
Mutasi Gelombang Kedua (10 Oktober 2026): terdapat 199 perwira Polri yang dimutasi berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026. Dalam mutasi terbaru ini, jabatan strategis yang dirombak meliputi 14 perwira tinggi bintang dua (Irjen Pol), posisi Kakorlantas Polri, Wakabaintelkam, hingga pergantian 3 Kapolda (Bangka Belitung, Kalimantan Utara, dan Lampung).
Tujuan mutasi di lingkungan Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia) berdasarkan Peraturan Kepolisian (Perpol) atau Peraturan Kepala Kepolisian (Perkap) No. 16 Tahun 2012 tidak lain untuk kepentingan organisasi Polri dan pembinaan karier personel,” ujar Ketua KAKI Jatim,” Ahad (11/10/2026).
Menurut pandangan Ketua KAKI Jatim, rancangan perombakan mutasi Polri ini sangat luar biasa, lantaran dalam waktu sekejap Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto sudah menggeser ratusan perwira Polisi yang sebelumnya ditempatkan Mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dimana sekarang ia diangkat menjadi Kepala Staf Kepresidenan,” papar Hosen KAKI.
Diharap Jenderal Suyudi Ario Seto tetap memantau kinerja Perwira polisi yang mendapat promosi jabatan yang lebih tinggi dari sebelumnya, baik melalui tim khusus Kapolri maupun Irwasum polri dan Kadivpropam Polri yang diberi kewenangan untuk menjaga integritas dan kualitas Kode etik profesi polri,” pinta Hosen KAKI Jatim.
“Hosen KAKI menegaskan, jangan sampai dari sekian Perwira polisi yang mendapat promosi jabatan malah dibuat kesempatan untuk menyalahgunakan wewenang demi kepentingan pribadi. Diantaranya menjadi backing Narkoba, tambang ilegal, judi online (judol) dan berbagai kejahatan yang berbau uang haram, termasuk TPPU (tindak pidana pencucian uang).
KAKI Jatim mengingatkan para perwira polisi yang mendapat kepercayaan naik jabatan dari Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk tetap setia berbakti pada nusa dan bangsa sesuai slogan Polri Bersama Masyarakat. Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Hosen KAKI Jatim. (Kus)
#Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto
#Wakapolri Komjenpol Wahyu Hadiningrat
