Kamis, Mei 28, 2026
Ad

Jadi Korban Pengeroyokan di Majelis Dzikir, Pemuda Surabaya Resmi Lapor ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak

SURABAYA, Radar CNN – Dugaan tindak pidana pengeroyokan dan kekerasan terhadap anak kembali menjadi perhatian publik di Surabaya. Seorang pemuda berinisial SA (22), warga Kecamatan Kenjeran, Surabaya, resmi melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (28/5/2026).

Laporan tersebut telah diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: LP/B/167/V/2026/SPKT/Polres Pelabuhan Tanjung Perak/Polda Jawa Timur.

Berdasarkan keterangan yang tertuang dalam laporan, insiden tersebut terjadi pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di kawasan Surabaya Utara. Peristiwa bermula saat pelapor bersama dua rekannya mendatangi lokasi untuk meminta penjelasan terkait dugaan kejadian yang sebelumnya telah menimpa salah satu dari mereka.

Namun setibanya di lokasi, situasi disebut berubah memanas. Pelapor mengaku bersama rekannya justru mendapat perlakuan kekerasan dari sejumlah orang yang berada di area majelis dzikir tersebut. Dalam laporan disebutkan para korban mengalami tindakan pemukulan dan pengeroyokan di beberapa bagian tubuh yang mengakibatkan luka memar.

Korban juga menyampaikan bahwa tindakan kekerasan diduga dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa orang di lokasi. Selain pemukulan dengan tangan kosong, pelapor turut menjelaskan adanya dugaan tindak kekerasan lain yang dialaminya bersama rekan-rekannya saat berada di tempat kejadian.

Usai kejadian tersebut, korban langsung mengambil langkah hukum dengan mendatangi Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk membuat laporan resmi. Kepolisian pun telah menerima laporan dan menerbitkan surat pengantar visum guna mendukung proses penyelidikan serta pendalaman lebih lanjut.

Kasus ini kini tengah dalam penanganan pihak kepolisian. Sejumlah pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut diperkirakan akan dimintai keterangan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian serta memastikan unsur pidana dalam perkara tersebut.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, objektif, dan transparan dalam menangani laporan tersebut, sehingga seluruh fakta yang ada dapat terungkap secara jelas dan memberikan rasa keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan proses penyelidikan dan belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait perkembangan perkara tersebut. (Aziz)

Baca Lainya :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img