BANGKALAN – Berdasarkan informasi terbaru, kinerja Polres Bangkalan terkait penanganan Tambang Galian C Illegal memang tengah disorot tajam dan dipertanyakan oleh elemen Pemuda, Aktivis Bangkalan, serta Mahasiswa, terutama memasuki awal tahun 2026. Kondisi di lapangan dan Tuntutan dari Pemuda Bangkalan terhadap Polres Bangkalan.
Terdapat laporan bahwa tambang Galian C ilegal di beberapa wilayah, salah satunya yakni Kecamatan Kwanyar, diduga masih beroperasi tanpa tindakan tegas dari pihak kepolisian.
Pemuda Bangkalan akan adakan audiensi besar-besaran.
Demonstrasi Forum Komunikasi Mahasiswa bersama Paguyuban Pemuda Bangkalan (PPB) menggelar demo di Mapolres Bangkalan yang akan direncanakan Minggu depan tahun 2026.
Aksi ini menuntut penindakan Tambang Galian C Ilegal dan Kasus Curanmor, namun diwarnai dugaan tindakan represif aparat terhadap massa Keresahan Lingkungan.
Pemuda Bangkalan mendesak penutupan menyeluruh, bukan hanya sebagian. Menyusul tragedi tewasnya enam santri di area bekas Tambang Galian C Illegal pada November 2025.
Satreskrim Polres Bangkalan sempat menggerebek Tambang Galian C Illegal di Desa Bunajih (Labang) dan Tenggun Dajah (Klampis) pada Desember 2025. Menyita 3 Eskavator dan 6 truk, serta menetapkan beberapa tersangka Pemasangan.
Polres juga telah memasang spanduk larangan di beberapa lokasi Tambang Illegal lainnya. hari Rabu Februari (04/02/2026)
Faktor Kompleksitas Dilema Birokrasi:
Penambang, khususnya di Kabupaten Bangkalan mengklaim Tambang mereka bukan Ilegal murni, melainkan terhambat birokrasi perizinan di tingkat Provinsi Jawa Timur, di mana izin eksplorasi sudah ada namun izin lingkungan lambat sistem prosesnya.
Dampak Ekonomi:
Penutupan Tambang Illegal tanpa solusi memicu kekhawatiran kuli dan warga setempat kehilangan mata pencaharian. Meskipun Polres Bangkalan telah melakukan tindakan represif (penggerebekan) terhadap beberapa titik.
Pemuda dan Aktivis Bangkalan merasa tindakan tersebut belum Komprehensif dan merata, terutama di area yang diduga masih beroperasi bebas, sehingga memicu mosi tidak percaya pemuda Bangkalan akan aksi unjuk rasa dalam Minggu ini 2026. (Timkri)
