BANGKALAN -Madura Proyek Pengaspalan di Desa Bjaman Bermasalah Masyarakat Curiga Anggaran Dikorupsi Proyek pengaspalan jalan di Dusun Jipen Desa Bjaman Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan tengah menjadi sorotan publik. Proyek yang seharusnya meningkatkan kualitas jalan justru menimbulkan kekecewaan dan kecurigaan dari masyarakat.
Proyek yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025 ini menuai kritik tajam Hasil pengaspalan yang bergelombang dan tidak rata menimbulkan dugaan bahwa pengerjaan proyek dilakukan asal-asalan.
Seorang pengguna jalan yang enggan disebut namanya menyampaikan kekecewaannya“Aspal terlihat bergelombang dan mudah dicongkel dengan jari. Sepertinya tidak sesuai spesifikasi yang ada, padahal ini menggunakan uang rakyat ”ujarnya, (7/10/2025)
Menurutnya kualitas pengaspalan sangat buruk sehingga permukaan jalan tidak rata dan kasar saat dilalui“Kami sangat kecewa dengan Pemerintah Desa dan pihak yang mengerjakan proyek ini. Mereka seakan hanya mengejar keuntungan tanpa memikirkan hasil akhirnya,” tambahnya.
Kepala Desa Bjaman dan pendaping desa ketika dikonfirmasi oleh media, tidak ada respon ujarnya setelah dikonfirmasi lewat whatsapp bahwa menyatakan bahwa proyek tidak ada papan nama dengan standar dan telah diperiksa kebawah tim investigasi
Namun kondisi lapangan yang bergelombang dan papan proyek yang tidak ada menimbulkan keraguan masyarakat.
menambahkan bahwa sebagian anggaran dialokasikan untuk perawatan jalan di masa mendatang, namun bukti hasil pemeriksaan dilapangan belum dapat ditunjukkan“Hasilnya belum keluar,” ujarnya.
Ketika media mencoba mengonfirmasi jumlah pembelian aspal, tidak ada pihak yang dapat memberikan jawaban pasti. Kepala Desa, TPK, maupun PKA semuanya mengaku tidak tahu dan saling lempar tanggung jawab. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warga“Ada apa dengan Desa Bjaman Kenapa banyak yang ditutup-tutupi?”
Kekecewaan masyarakat semakin mendalam karena awalnya mereka berharap jalan yang sudah rusak dapat diperbaiki dengan baik Namun, mutu dan kualitas pengaspalan yang rendah justru membuat jalan tersebut kembali rusak dalam waktu singkat. Masyarakat berharap pihak berwajib segera menindaklanjuti dugaan adanya korupsi dalam pengerjaan proyek ini.
Kami minta pihak berwenang segera menyelidiki karena ini uang rakyat yang digunakan,” tegas salah satu warga.
Kasus ini menjadi contoh nyata perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proyek yang menggunakan dana desa Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi dan mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan permasalahan ini demi kepentingan masyarakat.
red
