JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Dia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagaimana Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmennya untuk memperkuat penindakan terhadap peredaran rokok ilegal serta berbagai bentuk kegiatan impor gelap lainnya pasca-resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia menuturkan, penangkapan terhadap kegiatan ilegal yang dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) saat sudah kuat dan akan terus dilanjutkan.
“Pak Djaka (Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama) telah bekerja dengan teman-teman Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. “Sepemantauan saya, penangkapan kegiatan-kegiatan ilegalnya itu menjadi lebih kuat dan akan kita lanjutkan terus,” ujar Mekeu Sauhasil Nazara.
Menyikapi hal ini, Moh Hosen Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur mengingatkan Menkeu Sauhasil Nazara untuk tidak terlalu ngegas dalam penindakan rokok ilegal yang tengah beredar selama ini. Namun benahi dulu oknum jajaran Bea dan Cukai yang kerap melakukan Penyalahgunaan wewenang," ujar Hosen KAKI, Selasa (15/09/2026).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Dalam kasus ini, Lembaga Antirusuah menetapkan enam tersangka terkait dugaan suap dan gratifikasi dalam pengaturan importasi barang.
Usai menaikkan perkara ke tahap penyidikan, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari tiga pejabat Bea Cukai dan tiga pihak swasta, yaitu:
Rizal (RZL) – Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai periode 2024–Januari 2026
Sisprian Subiaksono (SIS) – Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai
Orlando Hamonangan (ORL)
Selanjutnya – Kepala Seksi Intelijen Ditjen Bea Cukai Jhon Field (JF) – Pemilik PT Blueray (BR), Andri (AND) – Ketua Tim Dokumen Importasi PT BR, Dedy Kurniawan (DK) – Manajer Operasional PT BR,” dalih Ketua KAKI Jatim.
Sempat kami mendapatkan pengaduan dari pemilik rokok tanpa cukai yang melintas di daerah jalan raya sepuluh ditindak tegas oleh pihak pengawasan Bea dan Cukai Madura Pemekasan. Dalam hal ini pihak oknum petugas melakukan penindakan dan dugaan permintaan uang kurang lebih Rp 30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah).
Secara tidak langsung perbuatan oknum penyidik Bea dan cukai Madura Pemekasan telah mencoreng nama baik kementerian Keuangan selaku pemegang kendali dalam penanganan rokok Ilegal. Hal seperti ini tidak boleh terjadi kembali karena sudah jelas merugikan masyarakat khususnya pengusaha rokok tanpa pita cukai,” tegas Hosen KAKI Jatim.
Disarankan ganti seluruh jajaran Ditjen Bea Cukai maupun kepala bagian, baik tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi untuk meminimalisir terjadinya penyalahgunaan wewenang. Itu baru menteri Keuangan yang cerdik (cerdas terdidik) dalam menjaga Integritas sebagai pejabat negara kepercayaan Presiden” ungkap Ketua KAKI Jatim. (Syaif).
#Presiden Prabowo Subianto
#Mensesneg Prasetyo Hadi
#,Seskab Letkol Taddy Indra Wijaya
