Sabtu, Mei 16, 2026
Ad

KAKI Jatim Minta Presiden Prabowo Subianto Turunkan Harga BBM Demi Kesejahteraan Rakyat dan Indonesia Emas 2045

JAKARTA – Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia Jawa Timur (KAKI JATIM), Moh Hosen, meminta Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah konkret untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai semakin membebani masyarakat kecil.

Permintaan itu disampaikan menyusul naiknya harga sejumlah produk BBM di berbagai SPBU sejak awal Mei 2026. Kenaikan harga tersebut dinilai berdampak langsung terhadap naiknya biaya hidup masyarakat, mulai dari transportasi, distribusi bahan pokok, hingga sektor usaha kecil.

“Rakyat hari ini sedang tidak baik-baik saja. Harga kebutuhan pokok naik, biaya transportasi naik, sekarang BBM kembali merangkak naik. Kalau ini terus dibiarkan, masyarakat kecil akan semakin tercekik,” tegas Moh Hosen, Sabtu (16/5/2026).

Ia menilai pemerintah tidak boleh hanya fokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus memastikan daya beli masyarakat tetap kuat. Menurutnya, visi besar Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai apabila rakyat masih dibebani tingginya harga energi.

“Bagaimana kita mau bicara Indonesia Emas 2045 kalau rakyatnya masih kesulitan membeli BBM? Negara harus hadir. Presiden Prabowo harus berani mengambil kebijakan pro rakyat dengan menurunkan harga BBM,” ujarnya.

Diketahui, seluruh badan usaha penyedia BBM di SPBU seperti PT Pertamina (Persero), PT Vivo Energy Indonesia, BP-AKR hingga Shell Indonesia telah melakukan penyesuaian harga BBM per 4 Mei 2026.

Beberapa produk dengan oktan tinggi dan diesel mengalami kenaikan cukup signifikan. Di SPBU Vivo, misalnya, Diesel Primus naik menjadi Rp30.890 per liter. Sementara Shell V-Power Diesel juga berada di angka Rp30.890 per liter.

Adapun daftar harga BBM terbaru di sejumlah SPBU per Mei 2026 di antaranya:

Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp12.300 per liter
Pertamax Green: Rp12.900 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.900 per liter
Pertamina Dex: Rp27.900 per liter
Dexlite: Rp26.000 per liter
BP 92: Rp12.390 per liter
BP Ultimate Diesel: Rp29.890 per liter
Revvo 92: Rp12.390 per liter
Diesel Primus: Rp30.890 per liter
Shell V-Power Diesel: Rp30.890 per liter

Moh Hosen menegaskan bahwa tingginya harga BBM bukan hanya berdampak pada pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga menghantam para nelayan, petani, sopir angkutan, ojek online hingga pelaku UMKM.

“Yang paling menderita itu rakyat kecil. Sopir, nelayan, petani, UMKM semua kena imbas. Ketika BBM naik, harga sembako ikut naik. Ujung-ujungnya rakyat lagi yang jadi korban,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak menutup mata terhadap keresahan publik. Menurutnya, stabilitas ekonomi nasional tidak akan tercapai jika masyarakat terus dihantui kenaikan harga kebutuhan dasar.

“Kami dari KAKI Jatim meminta pemerintah pusat jangan hanya melihat angka pertumbuhan ekonomi di atas kertas. Dengarkan suara rakyat di bawah. Hari ini masyarakat butuh harga BBM yang terjangkau, bukan janji-janji,” sindirnya.

Moh Hosen berharap Presiden Prabowo dapat mengevaluasi kebijakan energi nasional dan memperkuat keberpihakan terhadap rakyat kecil.

“Kalau Presiden benar-benar ingin mewujudkan Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045, maka kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama. Turunkan harga BBM, jaga daya beli masyarakat, dan selamatkan ekonomi rakyat kecil,” pungkasnya. (Syaif)

Baca Lainya :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img