Kamis, Januari 15, 2026
Ad

Ketua KAKI Jatim: إذا ظهرت البدع وسكت العلماء لعنة الله عليه

BANGKALAN – Bangkalan Kota Dzikir dan Shalawat berarti memiliki identitas kuat sebagai daerah yang religius, di mana tradisi dzikir (mengingat Allah) dan shalawat (pujian untuk Nabi Muhammad SAW) sangat mengakar dalam kehidupan masyarakat, didukung oleh peran ulama, dan ditetapkan secara resmi melalui Peraturan Daerah untuk mewujudkan akhlak mulia dan keberkahan.

Hal ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi budaya dan kebiasaan, bahkan diwajibkan dalam kegiatan kedinasan, untuk menciptakan suasana damai dan spiritual. Namun nyatanya seringkali di kabupaten Bangkalan terjadi pencabulan oleh oknum Kiai dan lora yang dipandang terhormat oleh khalayak masyarakat.

Dengan slogan Bangkalan Kota dzikir dan Kota Sholawat diharapkan dapat membentuk pribadi yang berakhlak mulia, memperkuat persaudaraan, dan membawa kedamaian serta keberkahan bagi Bangkalan, menjadikannya “Baldatun Thoyyibatun War Robbun Ghofur” (negeri yang baik dan dirahmati Allah).

Masyarakat tidak paham apa penyebab para tokoh pemuka agama yang dipandang terhormat oleh masyarakat malah berbuat yang dilarang dan jelas bertentangan dengan hukum Syari’at. Mereka yang seharusnya menyerukan perintah berbuat baik dan melarang kemungkaran malah melakukan sendiri.

    Hari hari ini Bangkalan dihebohkan dengan isu pencabulan Lora (Putra Kiai) terhadap belasan Santriwatinya di Kecamatan Galis, yang sebelumnya telah terjadi Pencabulan di Kecamatan Socah dilakukan oknum Kiai, dan kabar terbaru ada informasi perselingkuhan antara istri pejabat Bangkalan dengan seorang lelaki yang telah beristri.

Menyikapi situasi dan kondisi Bangkalan yang berslogan Kota dzikir dan Kota Sholawat hal ini, Moh Hosen Ketua KAKI Jatim mengatakan:

إذا ظهرت البدع وسكت العلماء لعنة الله عليه

Apabila bid’ah (kemaksiatan) merajalela dan para ulama diam saja, maka laknat Allah akan datang kepada mereka,” ujar Ketua KAKI Jatim, Ahad (7/12/2025).

Kalimat ini pada dasarnya merupakan pernyataan yang sangat kuat yang menekankan tanggung jawab ulama (cendekiawan agama) untuk secara terbuka menentang dan meluruskan praktik atau keyakinan baru yang dianggap bertentangan dengan ajaran Islam yang mapan,” papar Hosen Al-Faqir Ilallah.

Diketahui Kota dzikir dan Kota Sholawat di kabupaten Bangkalan seringkali didatangi masyarakat luas untuk berziarah bertawassul melalui para waliyullah dan ulama’ didalamnya. Akan tetapi Kondisinya dipenuhi dengan kemaksiatan yang bikin malu masyarakat bangkalan sendiri dan leluhurnya,” tuturnya.

Semoga laknat Allah SWT tidak menimpa kabupaten Bangkalan dampak perbuatan orang yang paham hukum agama namun mereka malah menentang ajaran Allah dan rasul-nya. Karena kalau sang pencipta sudah murka air laut kapan saja bisa meluap dan menghabiskan Kabupaten Bangkalan, nauzubillahi min dzalik,” ungkap Ketua KAKI Jatim. (Kusnadi)

Baca Lainya :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img